Digitalisasi Pendidikan dalam Revolusi Industri 4.0 dan Peran Negara Indonesia dalam Memfasilitasi Generasi Z dan Alpha


Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Sebelum adanya teknologi dan digitalisasi, dunia pendidikan tidak mempunyai akses yang sangat luas seperti saat ini. Contohnya seperti mencari sumber pengetahuan yang hanya bisa didapatkan melalui buku dan guru di sekolah.

Pada saat ini kita dihadapkan pada revolusi industri 4.0 dimana semua serba digital. Salah satu bidang yang juga menerapkan digitalisasi adalah bidang pendidikan. Banyak manfaat digitalisasi yang diterapkan di bidang pendidikan, mulai dari aksesibilitas murid dan guru yang lebih mudah, sistem penerimaan pelajar baru yang efisien, mudahnya penambahan pengetahuan dari internet, dll.

Penerapan Revolusi Industri pada Pendidikan sangat penting sekali, sebab kelak generasi selanjutnya lah yang akan membawa perubahan dan memaksimalkan Revolusi Industri 4.0 karna Era Digitalisasi adalah dunia yang kelak akan ditempati oleh Generasi Z dan Generasi Alpha.

Generasi Z adalah generasi terbesar yang pernah ada, terdiri dari sekitar 20% populasi Australia dan hampir 30% populasi dunia. Secara global ada hampir 2 miliar dari mereka. Mereka adalah generasi pertama yang sepenuhnya global, dibentuk pada abad ke-21, terhubung melalui perangkat digital, dan terlibat melalui media sosial (Mccrindle, 2022).

Gen Alpha adalah generasi yang paling diberkahi materi yang pernah ada, generasi yang paling paham teknologi yang pernah ada dan mereka akan menikmati rentang hidup yang lebih lama daripada generasi orang Australia sebelumnya. Mereka akan tetap bersekolah lebih lama, mulai mendapatkan penghasilan bertahun-tahun kemudian dan tinggal di rumah bersama orang tua mereka lebih lambat daripada pendahulu mereka, Gen Z dan Gen Y. Oleh karena itu, peran orang tua akan menjangkau rentang usia yang lebih panjang dengan banyak dari Gen Alpha ini kemungkinan besar akan tetap tinggal di rumah hingga akhir usia 20-an (Mccrindle, 2022).

Era digital merupakan Era yang memanfaatkan teknologi untuk menunjang aktifitas. Kalangan pelajar akan dimudahkan dalam mencari informasi dan mengakses sesuatu dengan sangat cepat dan perkembangan teknologi di dunia pendidikan pun berdampak positif terhadap aktifitas pelajar. Akan tetapi perkembangan digital tidak selalu berisi hal positif. Dengan semuanya menjadi lebih mudah dan praktis, para pelajar justru cenderung menjadi malas karna semuanya serba instan.

Di Indonesia sendiri perkembangan revolusi industri 4.0 masih terbilang kurang memadai. Masih banyak fasilitas yang belum bisa menunjang inovasi Generasi Z dan Generasi Alpha yang notabene-nya selalu update terhadap dunia digital. Akan lebih baik bila Pemerintah dan Negara bisa mendukung inovasi mereka untuk membawa Negara Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

Saat ini di Indonesia sekitar 19%, yaitu kurang lebih 42.000 sekolah yang masih belum terakses internet dan juga sekitar 4% (8.500 Unit) sekolah di indonesia bahkan belum dijangkau oleh listrik. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pun pernah memberikan tanggapannya terhadap daerah-daerah yang kurang memiliki akses terhadap internet pada Program Digitalisasi Sekolah tahun 2019 lalu.

“Dua tahun yang lalu, Bapak Presiden Jokowi memberikan arahan supaya segera merealisasikan penggunaan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) untuk mempercepat akses pelayanan pendidikan di wilayah-wilayah pinggiran,” ucap Mendikbud Muhadjir Effendy

Indonesia harus memiliki visi global yang jelas karna kelak masa depan negara Indonesia akan dipegang oleh anak generasi yang selalu akan lekat dengan teknologi. Pemerataan fasilitas harus selalu dilakukan untuk menunjang aktifitas para pelajar.

"Peran guru memfasilitasi, mencari narasumber yang relevan, siswa harus belajar dengan siapa, kemudian memerlukan fasilitas apa," ujar Muhadjir Effendy.

Comments

Popular posts from this blog

Persatuan Ibu-Ibu di Facebook